Beranda > Bahasa Program > Delphi XE, Hidup Segan Mati Tak Mau

Delphi XE, Hidup Segan Mati Tak Mau


Seiring dengan derasnya perusahaan s/w beralih dari Delphi ke VB .NET karena development Delphi stuck akibat tidak jelasnya arah product ini. Apakah Delphi untuk membuat aplikasi Win32 ataukah .NET? Jika memang untuk .NET maka (bukan Programmer) jelas perusahaan akan memilih untuk investasi ke product MS daripada Delphi, akibatnya Programmer mau tidak mau mengikutinya jika tidak ingin kehilangan pekerjaan. Lalu mengapa Delphi XE yang katanya khusus untuk membuat “pure Win32 application” gagal di pasaran? Inilah ulasannya.

  1. Delphi XE tidak berhasil membuktikan bahwa ia “pure win32”. Hal ini disebabkan karena proses instalasi Delphi XE ternyata membutuhkan .NET, omg! Meskipun pihak Embarcadero mengatakan bahwa aplikasi yang dihasilkan Delphi XE tidak membutuhkan .NET tetapi Allen Bauer (http://blogs.embarcadero.com/abauer) mengatakan bahwa:“We’re still using Delphi.NET internally for parts of the IDE and for some of the .NET versions of DBXpress delivered with Delphi Prism. Because of that, we’re maintaining the CLR portions insofar as what is needed by those parts of the product. We’re also actively reworking things to reduce and eventually eliminate our own dependence on Delphi.NET.”

     

    Hal itu dikatakan Allen untuk Delphi 2010 tetapi ada laporan bahwa Delphi XE (Delphi 2011) mengalami hal yang sama.

  2. Delphi XE bukan saja membutuhkan .NET runtime tetapi juga .NET SDK yang ukurannya lumayan besar.
  3. Harga Delphi XE yang tidak jelas. Pada Delphi XE Starter harganya $199 sekitar Rp 2 jt (kurs 1 $ = Rp 10 rb) tetapi hanya berlaku jika Revenue max $1.000 (Rp 10 juta) selama 12 bulan. Jika 1 aplikasi seharga Rp 1 juta maka dalam setahun revenue anda Rp 12 jt dan itu harus memakai Delphi XE Pro $899 (Rp 9 jt). Dalam bagian lain disebutkan jika jumlah developer > 5 maka tidak boleh lagi memakai versi Starter ini. Di lain pihak MS punya MS Visual Studio Express edition yang 100% gratis!
  4. Karena memakai .NET maka kinerja IDE nya lebih lambat, karena Programmer otomatis membandingkan dengan Delphi 7 sesuai dengan thema “pure win32” dari Embarcadero.

Jadi, tampak bahwa produk Delphi XE adalah produk yang luar biasa, tetapi karena terlalu lambat masuk ke pasar dan tidak jelas arahnya maka dilibas oleh MS Visual Studio.

Sebagai developer Delphi yang sudah memakai Delphi sejak tahun 1993, waktu itu masih bernama Turbo Pascal, memang tidak begitu banyak kendala beralih ke Visual Studio VB .NET, karena bahasa pemrograman sekarang lebih berorientasi kepada hal-hal visual sehingga segi pemrograman manualnya sangat sedikit.

Telatnya Embarcadero memasuki pasar (Borland menjadi CodeGear kemudian jadi Embarcadero memerlukan waktu untuk adaptasi ), menyebakan ruang ini diisi oleh Visual Studio dan menciptakan lapangan kerja yang luas. Akibatnya lowongan kerja Delphi sangat sedikit bahkan hampir-hampir tidak ada! Anda lihat sendiri, saat ini programmer Visual Studio jauh lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada Delphi.

Dijualnya Delphi oleh Borland menunjukkan bahwa Borland sudah memprediksi bahwa Delphi sudah tidak bernilai bisnis bagus lagi. Padahal Delphi adalah developer tool yang sangat dibanggakan Borland sebelumnya.

Kalau sudah begini, maka hidup segan matipun tak mau.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: