Beranda > carding, cracking, hacking > Teknik Mencegah Bobolnya ATM dan Internet Banking

Teknik Mencegah Bobolnya ATM dan Internet Banking


Sehubungan dengan bobolnya sejumlah ATM nasabah BCA dan bank lainnya maka saya pandang perlu untuk membuat tulisan ini, dengan tujuan agar teman-teman dapat mencegah rekening bank dibobol via ATM dan/atau Internet Banking.

Sebenarnya kasus ini bukan menimpa Bank BCA saja, bank lainnya juga mengalami hal yang sama. Tersiarnya kasus BCA bobol ini semata-mata karena BCA adalah bank swasta terpopular di Indonesia. Praktis sejak krismon, bank di Indonesia cuma ada 2 saja🙂 yaitu BCA dan Mandiri. Mungkin cuma perlu ditambahkan Bank BRI untuk pelosok pedesaan.

Namun sebelum masuk ke pencegahan anda sebaiknya tahu bagaimana cara para penjahat itu membobol rekening anda sehingga anda tahu bagaimana cara pencegahan terbaiknya.

Teknik-teknik pembobolan bank via ATM dan Internet Banking adalah sebagai berikut (termasuk cara pencegahannya):

  1. ATM
    Agar ATM bisa dibobol maka kita perlu memiliki cloning kartu ATM dan PIN. Bagaimana cara cloning kartu ATM ini? Caranya sangat mudah, cukup mengcopy kartu tersebut dengan alat copy (Card Writer) yang harganya sekitar USD 400. Harga kartu kosongan ATM sekitar USD 2 saja.

    Pertama, untuk melakukan pengcopian ini diperlukan alat pembaca kartu Card Reader yang harganya sekitar USD 100. Card Reader ini berfungsi untuk membaca data-data pada sebuah kartu. Alat ini sangat kecil, ukurannya sebesar korek api gas. Alat ini diletakkan dimulut ATM sehingga saat user memasukkan kartu maka Scanner ini akan membacanya.Scanner dan Key Logger

    Kedua, PIN ATM. PIN ATM didapat dengan berbagai cara. Cara yang paling kasar adalah memasang camera pengintai (spycam) wireless yang harganya sekitar USD 200.

  2. Internet Banking
    Pengambilan data via Internet Banking dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: memasang key logger dan screen logger. Alat key logger ini seharga USD 100. Alat ini kecil sekali, bentuknya mirip seperti converter keyboard PS2.
    Selain H/W ada juga yang berupa S/W yang umumnya tersedia gratis, kalaupun commercial harganya cuma USD 50.

    Sniffer, software ini sebenarnya dipakai untuk menganalisa lalu lintas data di jaringan. Sniffer dipasang umumnya di Warnet atau LAN bahkan bisa juga di Internet (melalui VPN). Sniffer dapat menangkap data yang dikirim dari sebuah PC ke Gateway Internet.

CARA PENCEGAHAN

Karena tekniknya berbeda maka solusinya juga berbeda. Cara pencegahannya adalah sebagai berikut:

  1. ATM
    Pertama, jika mungkin gunakan ATM yang memiliki Anti-Scanner. Alat ini hanya berupa plastik (umumnya warna hijau) yang dipasang di mulut ATM.

    Kedua, PIN. Sebaiknya tutup dengan tangan dan badan anda. Sehingga PIN tidak terlihat sama sekali oleh orang lain maupun camera tersembunyi.

    Ketiga, saat memasukkan PIN maka pura-pura tekan angka lain kemudian masukkan PIN yang benar dan lanjutkan pura-pura tekan angka lain kemudian barulah tekan tombol Enter.

    Keempat. Jika anda selama ini gegabah memamerkan PIN saat di ATM, maka segera ganti PIN anda!

  2. Internet BankingPertama, sebisa mungkin jangan gunakan WARNET! Karena Warnet digunakan banyak orang dan memiliki proxy server. Kedua hal ini lebih memungkinan username dan password anda dicuri melalui logger maupun sniffer.Kedua, perhatikan baik-baik koneksi keyboard ke PC, jangan ada tambahan alat apapun! Jika ada maka periksa baik-baik, jika perlu difoto untuk dibawa ke ahli IT untuk diperiksa.

Sebenarnya ada teknik lainnya yang tidak boleh saya tuliskan di blog ini karena pencegahannya sulit dan bahkan tidak mungkin. Sulitnya pencegahan ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan oleh bank umumnya sudah ketinggalan.

Satu hal yang saya salut pada BCA adalah pihak BCA berani mengakui bobolnya ATM sejumlah nasabah ini (yaitu nasabah yang ceroboh dan pamer PIN saat di ATM) dan segera melakukan pergantian. Bank lain (saya tidak etis sebutkan namanya) bahkan tidak mau mengakui dan mengganti dana nasabahnya yang hilang sekitar Rp 100 juta!

Demikian tulisan ini, mohon tidak disalahgunakan dan prakteknya bagian PENCEGAHAN agar anda terhindar! (Wendy William, S.Kom)

  1. Januari 21, 2010 pukul 6:10 am

    nice info

  2. Januari 21, 2010 pukul 6:11 am

    Wah, begitu ternyata. keren nih artikelnya mas. mau tanya, apa bank mandiri pernah mengalami kasus serupa ?

  3. Januari 21, 2010 pukul 6:12 am

    Makasih atas infonya bos… jadi agak segan ni ke ATM…….

  4. Januari 21, 2010 pukul 6:16 am

    Deg-degan juga bacanya. Yang ngeri itu atmnya sampai dipasangin alat sama pembobol. Bisa-bisanya ya…

  5. Januari 21, 2010 pukul 6:17 am

    thanks informasi nya boss..
    semoga bermanfaat untuk kita semua….
    temen saya pernah kehilangan 40juta rupiah di NISP sekitar 2 tahun yang lalu.
    Raib begitu saja. tidak ada penyelesaian. selamat tinggal 40juta.

  6. orangmiskin
    Januari 21, 2010 pukul 8:08 am

    Untungnya duit gw di ATM ga sampe 100 rb, jadi ga ngaruh tuh..mau dibobol semua jg silahkaaan..hehehehehe..

  7. Januari 21, 2010 pukul 10:08 am

    mantap.. tks infonya bro

  8. Januari 21, 2010 pukul 3:50 pm

    yoi, makanya ane selalu acak pin beberapa kali setiap menggunakan atm, udah jadi kebiasaan^^

  9. Februari 9, 2010 pukul 7:14 am

    mantap nih boos infonya saya juga sempat mo ktipu nihh pura-pura mo beli rumah kayu jati yang saya upload di http://www.rumahku-kayujati.blogspot.com eeh untunngnya masih ada keluarga yang ngigngetin dan masih dalam lindungan-NYA aminnn

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: