Beranda > freeware, RedHat, Ubuntu 9.10 > Kiat Memilih Linux Yang Terbaik

Kiat Memilih Linux Yang Terbaik


Beberapa tulisan mengatakan bahwa semua Linux sama, yang penting penguasaannya. Dalam kenyataannya tidak demikian. Berikut ini saya tuliskan panduan untuk memilih Linux yang terbaik berdasarkan pada berbagai perusahaan yang sudah saya tangani!

Parameter penentu-nya adalah sebagai berikut:

  1. Freeware vs Trialware
    Jika anda mempunyai dana yang cukup untuk pembelian OS Linux maka pilihan utamanya biasanya jatuh pada RedHat dan SLE (Suse Linux Enterprise). Baik RHE maupun SLE bukan freeware! Kedua OS ini adalah Trialware, artinya anda gratis untuk Trial selama jangka waktu tertentu, biasanya 30 hari.
    Jika anda inginkan 100% Freeware maka pilihannya: Fedora, OpenSUSE, Ubuntu, dan Debian. Sedangkan Mandrake sejak kalah dipengadilan karena menggunakan mereka dagang Mandrake milik orang lain mungkin masih bersifat freeware (silahkan check di website Mandrake yang baru, Mandriva).
  2. Company based vs Community based
    Dengan memakai Linux yang company based maka jika ada masalah anda lebih mendapatkan jaminan solusi dari perusahaan yang menerbitkan Linux tersebut. Contoh company based Linux antara lain:  RedHat, SLE, Mandriva dan Ubuntu.

    Sedangkan community based antara lain: Fedora dan OpenSUSE.

    Apa bedanya? Lihat pernyataan di website Fedora berikut ini: “The Fedora Project is maintained and driven by the community and sponsored by Red Hat. This is a community maintained site. Red Hat is not responsible for content”.

    Jadi, perusahaan RedHat tidak bertanggung jawab terhadap Fedora! Demikian juga Novell sebagai pembuat SLE tidak bertanggung-jawab terhadap OpenSUSE.

  3. Certified vs Uncertified
    Hanya sedikit perusahaan Linux yang mengeluarkan serfikasi, antara lain: RedHat dan Ubuntu. Novell meskipun tidak menyebutkan kata SLE secara langsung tetapi mengeluarkan Novell CLE (Certified Linux Engineer).
  4. Opensource vs Proprietary vs Half-opensource
    OS Proprietary adalah OS yang closed-source, sedangkan OS Half-opensource adalah OS yang tidak 100% opensource, ada bagian-bagian tertentu yang closed source! Bagian-bagian yang proprietary pada half-opensource ini umumnya berupa library.
  5. Responsible vs Unresponsible
    Responsible Linux adalah Linux yang dibangun oleh sebuah perusahaan tertentu sehingga lebih bertanggung jawab terhadap produknya.

    Sedangkan Un-responsible berasal dari Community Based Linux, artinya da sekumpulan orang yang bersama-sama membuat sebuah distro Linux.

  6. LTS (Long Term Support) vs Non-LTS
    LTS Linux adalah Linux yang memberikan dukungan minimal 5 tahun ke depan. Contoh Linux yang LTS adalah: RedHat, SLE dan Ubuntu.

Berdasarkan hal-hal di atas maka semakin memudahkan anda untuk memilih Linux yang terbaik untuk anda.

PENTING!

Untuk perusahaan yang sudah menjalan berbagai aplikasi dengan Windows maka solusi migrasi ke Linux Freeware belum tentu memberikan penghematan secara keuangan. Karena cost yang harus dihitung meliputi: biaya pembelian s/w kedua (karena pertama sudah beli Windows), biaya maintenance, biaya SDM, biaya training, biaya migrasi dan biaya untuk re-engineering aplikasi Windows ke Linux.

Satu lagi, biaya untuk bug fix! Apa itu? Misalnya aplikasi Accounting XYZ anda migrasi ke Linux maka kemungkinan ada bug baru pada OS Linux yang tentu saja menimbulkan biaya baru. Belum lagi jika pekerjaan tertunda karena hal ini! (Wendy)

  1. Februari 19, 2010 pukul 5:01 pm

    Ubuntu is the best buat ku bozz..
    salam kenal.
    Sukses…!!

  2. November 2, 2010 pukul 6:26 pm

    Wow this is a great resource.. I’m enjoying it.. good article

  3. Mei 17, 2013 pukul 1:19 pm

    Berikanlah rekomendasi, jangan tip global. Pengguna akhir itu gambarannya orang yang Windows saja tidak tahu, instal aplikasi tidak mengerti caranya, dan sebagainya. Mengapa rekomendasi? Karena semua konsumen mencarinya. Kita mempromosikan Linux berarti kita mencari konsumen. Jika ingin banyak konsumen, rekomendasikan salah satunya. Harus bisa memilih, meski berat, tetapi alangkah baik jika konsumen menjadi mau menggunakan Linux dan bebas (free) dari distraksi.

    • Mei 17, 2013 pukul 1:54 pm

      Adanya perbedaan iklim membuat rekomendasi sangatlah sulit misalnya:
      1. RHEL: Jika anda seorang manager perusahaan yang menyediakan dana memadai untuk IT maka anda pasti memilih Windows, atau utk Linux pasti memilih RHEL karena dukungan komersial nya sgt luas termasuk sertifikasi Linux. Sertifikasi sgt penting utk KOMPETENSI rapor karier anda
      2. CentOS: jika anda menggunakan Linux utk bisnis hosting maka kemungkinan besar memilih CPanel dan terpaksa memakai CentOS karena CPanel tidak mendukung Debian misalnya
      3. ClearOS: jika anda berurusan dengan firewall dan proxy utk keperluan sekolah mk ini yang mungkin terbaik
      4. Debian: jika anda ingin OS yang simple tapi secure mungkin ini yg terbaik. Tapi saat anda menerima server branded IBM, HP ayau Dell maka jangan kaget jika supported CD nya hanya mendukung RHEL dan SUSE Linux
      5. Kombinasi: ada juga distro Linux yang mengunakan Debian tetapi kernel nya memakai dari CentOS/RHEL
      6. Anda sudah bertahun-tahun berkutat dengan Ubuntu atau Slackware sehingga sangat menguasainya, maka beralih ke distro lain tentu membuat learning curve baru bagi anda

      • Mei 17, 2013 pukul 2:15 pm

        Jika memang tulisan ini ditujukan untuk end user yang seperti pengguna pada umumnya di Indonesia, maka satu rekomendasi distro adalah mudah untuk orang seperti akang.

        Terlalu banyak rekomendasi berbeda hanya akang menambah distraksi. Ya, meskipun yang seperti akang katakan ini pasti cocok untuk orang tertentu (misalnya manajer perusahaan).

        Namun sungguh, saya berterima kasih banyak atas sambutan akang yang sangat baik. Sampai dibalas dengan komentar yang panjang. Terima kasih.

  4. Mei 17, 2013 pukul 4:21 pm

    Iseng2 tadi sy hitung total server yang sy pernah handle tidak kurang dari 881 server. Dan OS yang digunakan beragam dari WinNT, WinXP, W2K, W2K8, W2012, CentOS, RHEL, SUSE, Debian, Ubuntu, ClearOS, Mikrotik, FreeBSD, Solaris …ternyata mudah memilih distro Linux asal disesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: